☆SEIRI SEITON (KETERATURAN, KERAPIHAN)
1. Melakukan pemisahan antara Pekerjaan (Work) dengan Pengecekan (Check).
• Menuliskan nomor resi (move ticket) dan resi barang yang sebenarnya, memasukkan barang ke dalam kotak/ dus kemasan, dan pekerjaan pembungkusan itu yang disebut dengan kerja.
• Hal yang disebut dengan pengecekan adalah menegaskan tudak adanya perbedaan/ kesalahan dalam kerja (Work), dan merupakan salah satu dari kerja tersebut.
• Orang melakukan pekerjaan dan orang yang melakukan pengecekan, harus dipisahkan antara satu dengan yang lainnya.
2. Memperjelas point-point kerja.
• Mengetahui dengan baik dan memahami dengan benar untuk apa dan bagaimana melakukan pekerjaan tersebut. Lebih jauh, menjalankan pekerjaan itu setelah memahaminya dengan benar.
3. Mematuhi Prinsip One Work : One Desk (Satu Meja untuk Satu Pekerjaan )
• Satu pekerjaan dilakukan hanya dengan menggunakan satu unit kerja.
• Tidak melakukan pekerjaan lebih dari 2 jenis dan lebih dari 2 orang/ person dalam pekerjaan dan unit kerja yang sama.
Kemungkinan terjadinya kesalahan akan meningkat.
4. Pastikan untuk Menjalankan Pekerjaan Setelah Mengecek Spesifikasi
• Tidak melakukan pekerjaan [ mungkin (berdasarkan perasaan) ], namun menjalankan pekerjaan dengan [ menunjuk jari/ Yubisashi (memastikan hal) ] secara jelas satu per satu.
• Tidak mengalirkan barang setelah menerima dan merasakan ada yang aneh ? atau ada yang salah ?, tapi menjalankan pekerjaan setelah memastikan/ mengecek secara jelas.
5. Memberikan Petunjuk Tentang Nama Barang (No. Drawing)
• Pastikan memberikan petunjuk mengenai nama barang (No. Drawing) pada material dan barang.
• Perlakukan sebagai kondisi abnormal, dikarenakan ada barang yang tidak tertempel/ tertera nama barang (No. Drawing)
6. Mengklasifikasikan dan Mengidentifikasi Secara Jelas mengenai Barang-barang yang Mirip (Memiliki Kesamaan)
• Mendasarkan pekerjaan, cara mengingat, cara penyebutan nama barang dan nomor barang secara lengkap (full name) dan utuh (full member).
• Untuk barang-barang yang mirip (memiliki kesamaan), menyebutkan secara benar dan eksplisit tempat/ lokasi identifikasinya secara jujur/ benar, dan melanjutkan pekerjaan setelah memastikan semuanya dengan jelas.
7. Melakukan Kontrol Jumlah
• Menjelaskan dengan benar jumlah produksi, jumlah barang dalam proses, jumlah barang yang tidak layak / NG, jumlah barang untuk stock, jumlah barang untuk di-delivery, jumlah barang kurang, dan meletakkannya setelah mendata-rekamkan agar dimengerti siapa, jam berapa dan penanganan apa yang telah diberikan.
8. Mengklasifikasikan Setiap Proses Produksi.
• Mengklasifikasikan dan menjelaskan pada setiap tahapan dan pemrosesan seperti belum terproses, selesai proses, sebelum pengecekan, atau selesai pengecekan.
• Penggantian setiap jenis barang dilakukan setelah memastikan/ mengecek hal pembersihan secara jelas (tidak ada barang yang tertinggal).
9. Tidak Meletakkan Barang Produk atau Material yang Tidak Diperlukan di Area Genba (Lapangan) Untuk Pekerjaan Produksi Segera (Immediately Production)
• Menghindari hal tersebut, karena akan menjadi awal terjadinya kesalahan bila meletakkan barang abnormal, barang-barang mirip (memiliki kesamaan), barang tidak layak / NG, atau barang setengah jadi (dalam proses), di area Genba (lapangan).
10. Bila Terjadi Masalah, Mengambil Langkah-langkah Untuk Mengisolasi dan Menangani Akar Penyebab Masalah
• Untuk hal investigasi penyebab, memberikan prioritas kepada akar penyebab serta fakta, dan bukan mengejar tanggung jawab individu.
• Untuk tindakan penanganannya, maka dilakukan dengan memotong akar penyebab masalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar